Selasa, 07 Februari 2017

ALAT ZAMAN LOGAM

. Nekara dan Moko 
    Nekara adalah semacam berumbung dari perunggu yang berpinggang di bagian tengahnya dan sisi atapnya tertutup. Benda ini memiliki nilai seni yang tinggi, terdapat pola hias yang beraneka ragam. Pola hiasnya yaitu pola binatang, geometrik, gambar burung, gambar gajah, gambar ikan laut, gambar kijang, gambar harimau dan juga gambar manusia. Ada juga nekara yang tidak diberi hiasan.
Di Indonesia banyak sekali ditemukan Nekara. Pada beberapa tempat, nekara dianggap sebagai barang suci, misalnya nekara yang ditemukan di Bali, Sumatera, Jawa, Pulau Sangean dekat Sumbawa, Roti, Leti, Selayar, Kepulauan Kei, dan Alor. Di Sangean terdapat nekara yang bergambar orang menunggang kuda beserta pengiringnya yang memakai pakaian orang Tartar. Gambar ini memberi petunjuk bahwa telah terjadi hubungan bangsa Indonesia pada saat itu dengan Cina. Jadi sejak zaman peringgu sudah ada hubungan langsung dengan Cina.
Fungsi Nekara adalah untuk digunakan sebagai salah satu alat dalam upacara untuk mendatangkan hujan, memanggil roh nenek moyang, dipakai sebagai genderang perang. 
    Di Alor banyak ditemukan nekara dengan bentuk kecil tapi memanjang. Nekara ini disebut moko. Penemuan nekara dapat menunjukkan adanya hubungan antar wilayah di Indonesia dan hubungan dengan dunia luar. Nekara dari Selayar dan Kepulauan Kei dihiasi gambar-gambar binatang seperti gajah, merak, dan harimau. Gambar-gambar itu merupakan binatang yang tidak ada di wilayah Indonesia bagian timur. Hal itu menunjukkan bahwa nekara itu berasal dari daerah Indonesia bagian barat atau dari benua Asia. 
Fungsi Moko adalah digunakan sebagai alat pusaka atau sebagai mas kawin.
Berikut adalah gambar dari nekara dan moko:
Nekara

2. Kapak Corong
    Kapak corong adalah kapak yang terbuat dari logam yang bentuk bagian atasnya berbentuk corong yang sembirnya belah, sedangkan ke dalam corong itulah dimasukan tangkai kayunya yang menyiku pada bidang kapak. Sering pula disebut dengan kapak sepatu karena hampir mirip dengan sepatu bentuknya. Di beberapa tempat di Indonesia ditemukan kapak corong, seperti di Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Sulawesi Tengah dan Selatan, Pulau Selayar, dan Irian dekat danau Sentani. Ukuran kapak corong beragam, ada yang kecil dan sangat sederhana, ada yang besar memakai hiasan, ada yang pendek lebar, ada yang bulat, dan ada pula yang panjang satu sisinya. Kapak corong yang panjang satu sisinya disebut candrasa.
Fungsi kapak corong ini tidak semuanya digunakan sebagai alat sebagaimana layaknya kegunaan kapak, ada juga yang berfungsi sebagai alat upacara dan hiasan.
Berikut adalah gambar dari kapak corong:
Kapak Corong

3. Bejana Perunggu
    Bejana perunggu adalah sebuah banda yang bentuknya mirip seperti gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Ditemukan di daerah Madura dan Sumatera. Pola hiasan benda ini berupa pola hias anyaman dan huruf L.
Berikut adalah gambar dari bejana perunggu:
Bejana Perunggu


digunakan untuk ritual keagamaan 

digunakan untuk ritual keagamaan 


bejana perunggu berbentuk mirip keranjang yg di ikatkan di badan pencari ikansebagai tempat ikan hasil tangkapan.bejana perunggu berbentuk badannya ada yg polos dan ada pula yg di hias dengan pola huruf.Bejana perunggu banyk di temukan di Madura(Asemjaran,Sampang)dan Sumatra(Kelinci)

bejana perunggu berbentuk mirip keranjang yg di ikatkan di badan pencari ikansebagai tempat ikan hasil tangkapan.bejana perunggu berbentuk badannya ada yg polos dan ada pula yg di hias dengan pola huruf.Bejana perunggu banyk di temukan di Madura(Asemjaran,Sampang)dan Sumatra(Kelinci)


4. Arca-arca Perunggu
    Seni menuangkan cairan logam untuk membuat arca sudah berkembang pada masa ini. Bentuk patungnya beragam, ada bentuk manusia dan binatang. Bentuk manusia ada yang sedang menari, berdiri, naik kuda dan sedang memegang panah. Sedangkan bentuk binatang berupa arca kerbau yang sedang berbaring, kudang sedang berdiri, dan kuda dengan pelana. Arca-arca tersebut ditemukan di Bangkinang, Lumajang, Palembang, dan Bogor.
Pada umumnya, arca perunggu bentuknya kecil-kecil dan dilengkapi cincin pada bagian atasnya. Adapun fungsi dari cincin tersebut sebagai alat untuk menggantungkan arca itu sehingga tidak mustahil arca perunggu yang kecil dipergunakan sebagai bandul kalung.
Berikut adalah gambar dari arca perunggu:
Arca-arca Perunggu

5. Perhiasan Zaman Logam
    Perhiasan yang dibuat pada masa ini berupa gelang tangan, gelang kaki, cincin, kalung dan bandul kalung. Benda-benda tersebut pada umunya tidak diberi pola hias. Ada beberapa yang diberi pola hias, seperti cincin atau gelang yang diberi pola hias geometrik. Ada pula cincin yang sangat kecil yang tidak bisa dimasukan ke dalam jari anak-anak. Cincin ini mungkin berfungsi sebagai alat tukar. Tempat-tempat ditemukannya benda-benda perhiasan, antara lain di Bogor, Malang, dan Bali.
Berikut adalah gambar dari perhiasan pada zaman logam:
Perhiasan Zaman Logam
 Itulah tadi bahasan mengenai nekara, moko, kapak corong, bejana perunggu, arca dan perhiasan perunggu yang terjadi pada zaman logam atau perundagian, semoga bermanfaat :)



SUMBER: http://www.guruips.com/2016/08/fungsi-dan-gambar-nekara-moko-kapak.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar